Royke Tumilar Dirut Baru Bank Mandiri

0 33

Jakarta, Pena Sumatera Co.id – Bank Mandiri memiliki komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia untuk menghasilkan talenta-talenta terbaik di sektor keuangan, perbankan dan bisnis Tanah Air. Setelah berhasil menelurkan bankir-bankir terbaik Indonesia untuk memimpin berbagai korporasi di Indonesia, Bank Mandiri juga mampu melakukan suksesi internal dengan baik. Pemegang saham, kompak mengangkat Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), disepakati juga pengangkatan Silvano Rumantir sebagai Direktur Keuangan dan Strategi. Bankir muda yang juga merupakan talenta internal Bank Mandiri ini memiliki pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan sehingga dapat memacu lebih kencang pengembangan bisnis perseroan.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengemukakan bahwa, Bank Mandiri memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia yang sangat baik sehingga suksesi kepemimpinan seluruhnya berasal dari internal.
“Kami bersyukur bahwa alumni-alumni Bank Mandiri mendapat kepercayaan untuk memimpin berbagai institusi bisnis. Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus tumbuh secara konsisten dan memberikan kontribusi positif, baik dari sisi bisnis maupun sumber daya manusia, untuk kemajuan industri keuangan dan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Rohan.

Untuk menjaga dinamika ekonomi serta melihat berbagai peluang di tengah ketatnya kondisi perekonomian global, pemegang saham mengangkat Chairman Mandiri Institute yang juga Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, Muhamad Chatib Basri, sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pemegang saham pun sepakat mengangkat Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama. Kartika yang sebelumnya menjabat Direktur Utama, akan memastikan seluruh corporate plan yang sudah dirancang dapat terealisasi dengan baik. Selain itu, Kartika Wirjoatmodjo juga akan memastikan rencana ekspansi regional perseroan berjalan dengan baik serta melakukan restrukturisasi kredit-kredit besar di BUMN.

Dengan demikian, susunan direksi perseroan menjadi sebagai berikut:
Direktur Utama : Royke Tumilaar
Wakil Direktur Utama : Sulaiman Arif Arianto
Direktur Consumer and Retail Transaction : Hery Gunardi
Direktur Manajemen Risiko : Ahmad Siddik Badruddin
Direktur Information Technology : Rico Usthavia Frans
Direktur Treasury, International Banking, and Special Asset Management : Darmawan Junaidi
Direktur Corporate Banking : Alexandra Askandar
Direktur Kepatuhan dan SDM : Agus Dwi Handaya
Direktur Hubungan Kelembagaan : Donsuwan Simatupang
Direktur Commercial Banking : Riduan
Direktur Keuangan dan Strategi : Silvano Winston Rumantir
Direktur Operation : Panji Irawan

Sedangkan susunan komisaris perseroan menjadi:
Komisaris Utama : Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Independen : Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen : Mohamad Nasir
Komisaris Independen : Robertus Bilitea
Komisaris Independen : Makmur Keliat
Komisaris : Ardan Adiperdana
Komisaris : R. Widyo Pramono
Komisaris : Rionald Silaban

“Kami meyakini jajaran pengurus yang telah ditetapkan pemegang saham adalah individu-individu terbaik yang akan mampu berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis perseroan, khususnya di segmen korporat dan retail, sesuai mandat pemegang saham. Pengurus baru juga optimis akan dapat melaksanakan fungsi perseroan sebagai agen pembangunan dan agen pencipta nilai secara berkelanjutan guna meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia,” kata  Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas usai RUPSLB di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (9/12).

Dia menambahkan, salah satu tantangan perseroan ke depan adalah menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis perseroan menyusul ketidakpastian perekonomian global, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembangan cepat industri teknologi informasi, khususnya di sektor keuangan.

“Salah satu inisiatif yang telah kami implementasi, misalnya terkait dengan kampanye Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dimana perseroan telah mempertajam penerapan bisnis berbasis lingkungan atau Mandiri Eco-Friendly dalam operasional perusahaan untuk ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Hingga triwulan III 2019, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat baik, dimana pertumbuhan rata-rata kredit konsolidasi mencapai 11,5% (YoY) atau mencapai Rp806,8 triliun pada September 2019. Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas, dimana rasio NPL gross turun 48 bps menjadi hanya 2,53% dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN sebesar 6,27%.

Laju pertumbuhan kredit yang berkualitas dan pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi mampu mendorong kinerja perseroan hingga mencetak laba hingga Rp20,3 triliun, naik 11,9% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu. (Ofie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera