Rusak Kantor BKSDA dan Hutan Konservasi Alam Pelatihan Gajah, 10 Orang di Amankan Polres Lahat

0 60

LAHAT, Penasumatera.co.id – Sepuluh orang tersangka perusakan kantor BKSDA dan penebangan pohon di kawasan hutan konservasi alam pelatihan Gajah isau -isau yang terletak di Desa Padang Lama dan Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat. Akhirnya di amankan Tim Gabungan Polres Lahat.

Ke 10 tersangka ini diantaranya, Suharman (48), Supen Peri (38), Solhadi (25), Liswan (44), Hermawan (29), Roby Sanjaya (18), Sartoni (54), Patrio (25), Bastawi (61), Sutar Dinata (33), semuanya warga Desa Padang, Kecamatan, Merapi Selatan, Lahat. Ditangkap terlibat kasus yang sama, dengan waktu berbeda.

Kapolres Kapolres Lahat, AKBP. Ferry Harahap. SIK. M.Si didampingi Wakapolres Kompol. Budi Santoso. S.Sos dan Kasat Reskrim, AKP. Satria Dwi Dharma menjelaskan pihaknya berhasil mengamankan pelaku pengerusakan kantor dan pengeroyokan pegawai BKSDA beberapa waktu yang lalu, yakni Suharman (48), Supen Peri (38) dan Solhadi (25). Ketiganya petani warga yang sama tinggal di Desa Padang Baru Kecamatan Merapi Selatan dan saat ini berstatus tersangka dalam operasi penangkapan.

Diterangkan Kapolres, operasi penangkapan yang dilakukan Team Opsnal Unit Pidum dan Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat, kemarin Kamis, 23 Mei 2019 berawal dari informasi masyarakat bahwa ketiga pelaku tersebut sedang berada di area Bukit Serelo Kecamatan Merapi Selatan. Tak mau buang waktu lama team langsung amankan tiga tersangka itu di lokasi tersebut tanpa perlawanan.

“Ketiga tersangka ini masuk dalam perkara melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang yang akan kita kenakan pada Pasal 170 KUHP dengan korban atau pelapor Sukarman (37) Pegawai Negeri Sipil warga Desa Perangai Kecamatan Lahat Selatan,” tambah Kapolres.

Kapolres mebeberkan kejadian pengerusakan kantor BKSDA dan pengeroyokan itu pada hari Senin tanggal 04 maret 2019 sekira jam 16.30WIB diduga telah terjadi tindak pidana Pengerusakan bersama–sama terhadap barang dan orang bertempat di pusat latihan gajah bukit serelo yang dilakukan oleh masyarakat Desa Padang Baru Kecamatan Merapi Selatan.

“Kejadian berawal pada saat cekcok antara pegawai kantor BKSDA sumsel/SKW2 Lahat dengan masyarakat Desa Padang Baru di lokasi tepatnya di depan kantor BKSDA atas perihal penanaman pohon karet di dalam kawasan hutan swaka alam di bukit serelo pusat latihan gajah yang dilarang oleh pegawai BKSDA,” sambungnya.

BKSDA beralasan, penanaman pohon karet tersebut masuk dalam wilayah hutan termasuk hutan swaka alam yang dilarang pemerintah ditanami oleh masyarakat. Lalu merasa tidak puas atas keputusan dari kantor BKSDA masyarakat merusak kantor BKSDA secara bersama–sama dan memukuli beberapa pegawai BKSDA.

Usai mengmankan ke Tiga tersangka, Anggota Polres selanjutnya mengamankan ke Tujuh orang lainnya yang telah melakukan perusakan hutan konservasi alam pusat pelatihan Gajah dengan menebangi pohon mengunakan mesin Chainsaw dan parang.

Selain mengamankan ke 10 orang tersangka, Polisi juga mengamankan beberapa alat bukti yang di gunakan pelaku saat melakukan perusakan seperti, Dua Unit mesin pemotong Chainsaw, 2 bila parang, beberap potongan kayu dan pecahan batu.(D0d)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera