Selain Bandara, Pelabuhan Bengkulu Utara akan Dijadikan Pelabuhan Umum

0 67

 

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Dalam gelaran rapat Paripurna HUT 51 Provinsi Bengkulu, yang mengangkat tema “Tetap Semangat Membangun Bengkulu”, ada kabar baik yang disampaikan Rohidin Mersyah Gubernur Bengkulu.

Diantaranya, terkait pengembangan transportasi udara, Bandara Fatmawati Bengkulu yang saat ini dikelola PT. Angkasa Pura II, sudah ditetapkan alokasi anggaran sebesar 620 miliar selanjutnya untuk segera dibangun.

Kemudian lagi, pengembangan pelabuhan pengumpul akan dirubah statusnya menjadi pelabuhan umum yaitu Titan dan Injatama, dimana sebelumnya kedua pelabuhan berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), ini adalah pelabuhan pribadi atau khusus.

Lebih lanjut, saat ini proses izin telah disetujui untuk dijadikan pelabuhan umum dan juga akan dijadikan sebagai pelabuhan pengumpan dalam rangka pengembangan pelabuhan pulau Baai di Kota Bengkulu, demikian disampaikan Gubernur.

Terpisah Tantawi Dalli anggota DPRD Provinsi Bengkulu dalam kesempatan ini menuturkan, kita DPRD mendukung apapun itu demi kemajuan Bengkulu terkait Injatama dan Titan, kedepan akan dijadikan pelabuhan umum atau pengumpan.

Kembali disampaikan Tantawi, kalau dari saya mau pelabuhan khusus, umum atau pengumpan pada prinsipnya kami setuju dengan catatan saya sampaikan terkait ini, kita rasa perlu adanya UPTD pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi atau UPTD gabungan.

Tujuannya, lnanjut Tantawi, tidak lain untuk mengawasi kapal masuk dan keluar, mengapa demikian kitakan tidak tahu berapa ton yang keluar perhari, minggu, perbulan atau pertahun, seperti pengangkutan batu bara, hasil bumi ataupun alam.

“Pada intinya bertujuan untuk kemajuan daerah mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan Aset, Investor dan kesejahteraan rakyat”. Ujar Tantawi Dali Politisi NasDem
kepada media ini, Senin (18/11/2019).

Tantawi kembali menambahkan untuk pengawasan dapat diperketat, bisa saja dari tengah laut karena perairan Bengkulu ini langsung dari mulut samudera, bisa saja atau mungkin Narkoba, senjata Gelap dan segala macamnya masuk.

Kemungkinan ini bisa saja terjadi, jika tidak adanya pengawasan yang ketat, baik dari pihak TNI AL, TNI AD dan Stakeholder tergabung. “Kita rasa ini perlu menjadi perhatian, agar terciptanya pengawasan yang kondusif dan juga terhindar dari yang sifatnya ilegal kedepan”, tutupnya. (Yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera