Semakin Sadar Menjaga Laut Bengkulu, Puluhan Nelayan Serahkan Alat Tangkap Trawl

0 139

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id Ivan Syamsurizal Plt Kepala dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Rabu (09/05/2018) diruang kerjanya sangat mengapresiasi penyerahan secara langsung alat tangkap Trawl oleh para nelayan. Menginggat saat ini pukat harimau dilarang pemerintah untuk beroprasi karna tidak ramah lingkungan.

Disampaikanya, penyerahan pukat harimau (Trawl) sekaligus penukaran oleh para nelayan pada, Sabtu (05/05/2018) lalu, sampai dengan hari ini terus berlanjut. Trawl diserahkan langsung oleh para nelayan secara suka rela kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu dan langsung dimusnahkan.

“Apa yang dilakukan para nelayan kami sangat menyambut positif, nelayan yang telah berpihak dengan program pemerintah, secara sadar menyerahkan alat tangkap Trawl kepada kami untuk dimusnahkan yang kemudian akan diganti dengan alat tangkap yang lebih ramah terhadap lingkungan.” Sampai Ivan.

Dengan tidak digunakannya lagi pukat Trawl, Lanjut Ivan, akan memberikan peluang bagi ikan-ikan untuk dapat berkembang dan dapat menimalisir kelangkaan jenis ikan di laut karena diketahui, pukat Trawl sendiri juga dapat menjaring ikan-ikan kecil dan merusak trumbu karang.

“Kita harapkan sumber ikan dapat bertumbuh sangat pesat, sehingga jumlah tangkapan ikan dari tahun ke tahun tidak akan
berkurang. Mukomuko, dinasnya sangat kooperatif aktif dan serius,  kita berharap Kota Bengkulu juga demikian, mencontoh nelayan Mukomuko. Jelas Ivan.

Ivan Menambahakan, Untuk larangan penggunaan Trawl agar tidak dioperasionalkan lagi, tentunya akan membuat lingkungan lebih baik. Karena Trawl ini berdasarkan hasil penelitian penggunaan Trawl dapat merusak kondisi habitat ikan, sehingga ikan tidak dapat tumbuh dengan baik.

“Kalau masih ada nelayan yang membandel dengan menggunakan pukat Trawl ketika melaut tentu akan ditindak oleh pihak keamanan, karena secara nasional penggunaan alat tersebut sudah jelas dilarang” Katanya.

Untuk itu, lanjutnya lagi, dengan telah menyerahkan Trawl kepada pihaknya ini merupakan salah satu langkah yang benar, bahkan pemerintah juga mengganti alat tangkap Trawl dengan alat tangkap yang lebih ramah terhadap lingkungan.

“Mereka para nelayan setelah ini akan menerima bantuan alat tangkap lebih ramah lingkungan”. Tutupnya.(yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.