Sidang Perdana Praperadilan Kapolsek Talang Kelapa dan Kejari Banyuasin, Ditunda

0 1.288

PALEMBANG, Penasumatera.co.id

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Balai, Selasa (29/10/2019) menunda Sidang Perdana Praperadilan atas nama Lista Aisen selaku Pemohon yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya Suwito Winoto SH dan Harry Susanto SH, lawan Kapolsek Talang Kelapa selaku Termohon 1 (dikuasakan ke Bidkum Polda Sumsel Kompol Asep) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin selaku Termohon II.

 

“ Dikarenakan Termohon II tidak hadir dalam persidangan, maka sidang ditunda hingga hari Selasa tanggal 05 November 2019 dengan agenda Pembacaan Permohonan Praperadilan,” putus Hakim H Alwi mengakhiri persidangan.

Menurut Kuasa Hukum Pemohon, Suwito Winoto SH, pemohon Praperadilan ke Pengadilan Negeri Banyuasin di Pangkalan Balai tersebut, dikarenakan klien mereka Lista Asien (Pemohon) dituduh melakukan pemerasan. Akan tetapi, sewaktu penangkapan terhadap klien mereka pada tanggal 17 September 2019, pihak aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Talang Kelapa melakukan Penangkapan Tidak Menyertai Surat Penangkapan.

Dan Surat Penangkapan tersebut baru dibuat pada tanggal 18 September 2019, sedangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diajukan Kejaksaan Negeri Banyuasin tertanggal 17 September 2019.

“Karena hal ini lah, maka kami selaku Pemohon melakukan Praperadilan disebabkan prosedur yangg dilakukan oleh Termohon 1, telah menyalahi aturan sebagaiman yang tertuang dalam KUHAP dan PERKAP. Serta Termohon II telah menyalahi aturan sebagai mana diatur dalam UU Kejaksaan,” jelas Suwito Winoto SH.

Dengan itu, kami minta kepada hakim yang menangani perkara ini untuk membebaskan klien kami Lista Aisen dari tahanan dan atas penangkapan dan penahanan tersebut, kami selaku pemohon meminta kerugian materiil maupun immateril sebesar Rp160 juta.

“Intinya bahwa klien kami merasa dirugikan atas penangkapan dan penahanan tersebut,” tegas Wito. (agustin selfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera