Sriwijaya Air Terbang Hanya Layani Penerbangan Palembang – Pangkal Pinang

0 51
PALEMBANG, Pena Sumatera co.id —  Saat ini Sriwijaya Air cabang Palembang sudah terbang. Tetapi hanya melayani satu penerbangan dengan rute Palembang tujuan Pangkal Pinang sejak pandemi Covid 19.
Padahal dalam kondisi normal, maskapai dengan slogan Your Flying Partner ini melayani tiga rute lain yakni, Palembang tujuan Jakarta, Palembang tujuan Solo dan Palembang tujuan Tanjung Karang.
“Untuk sekarang kita memang hanya melayani rute Palembang tujuan Pangkal Pinang sebanyak empat kali dalam seminggu yakni Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu,” ungkap Yudo Prihatin, Kepala Cabang Sriwijaya Air Palembang, kemarin.
Hanya saja katanya, rute tersebut dilayani pesawat NAM Air jenis Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 orang.
Menurut Yudo, rute ini sengaja dipilih oleh manajemen untuk tetap beroperasi karena dianggap lebih menguntungkan.
Hal itu dilihat dari load factor rute Palembang ke Pangkal Pinang yang mampu mencapai 90 persen meskipun masih ditengah pandemi Covid 19.
“Alhamdulilah setiap kali rute ini terbang, load factor selalu bagus bahkan ketika libur panjang minggu lalu terisi penuh,” jelasnya.
Bahkan untuk harga tiket yang dipatok relatif terjangkau dengan harga mulai dari Rp350 ribu hingga Rp500 ribuan.
Sebagian besar, penumpang yang membeli tiket masih melalui jasa tiket online ketimbang membeli di kantor resmi atau agen tiket.
“Terbatasnya penerbangan ini juga karena keterbatasan rute dan pesawat karena dari total 40 pesawat hanya 12 pesawat saja yang beroperasi secara nasional, jadi benar-benar efisiensi,” jelasnya.
Meskipun sudah melayani penerbangan seperti biasa, Yudo menegaskan pihaknya tetap mematuhi protokol kesehatan kepada awak kabin dan penumpang.
Selain itu, penumpang yang akan terbang juga tetap diwajibkan menyertakan hasil Rapid test Covid 19.
Sedangkan untuk rute Palembang-Jakarta, Palembang-Solo, Palembang-Tanjung karang belum beroperasi sejak April 2020.
“Kita masih tunggu perkembangan kapan tiga rute ini bisa beroperasi seperti biasa, karena perusahaan juga membutuhkan suntikan dana, apalagi diperkirakan industri penerbangan baru normal kembali paling cepat dalam dua atau tiga tahun lagi,” jelasnya.(ofie)
loading...
Baca Juga

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera