Stok Beras di ‘MLM’ Aman Hingga Akhir Tahun

Kansilog Lubuklinggau : Masyarakat di ‘MLM’ Jangan Khawatirkan Stok Beras

0 42

MUSI RAWAS. Penasumatera.co.id – Menghadapi moment akhir tahun, belum ada pemerintah kabupaten (Pemkab) Mura berkordinasi kepada pihak Badan Urusan Logistik (Bulog). Terutama, erat kaitanya pengajuan operasi pasar (OP). Hal itu disampaikan, Kepala Bulog Kansilog MLM, Meizarani. Usai rapat koordinasi Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mura. Rabu (5/11) siang.

Dijelaskanya, bahwa menghadapi pengujung akhir tahun. Kondisi pangan di tiga Kabupaten Mura, linggau maupun Muratara (MLM) kondisi terkendali. Namun, mengenai adanya rencana akhir tahun mengelar uapay pemenuhan kebutuhan sembako warga masyarakat, dengan mengelar kegiata operasi pasar (OP). Terutama, untuk kabupaten Mura belum ada permintaan.

“Kalau sampai sekarang, soal kesiapan akhir tahun. Kita di kantor bulog telah gulirkan setiap hari operasi pasar. Hanya saja, kalau untuk kabupaten Mura sendiri beluma ada kita menerima pengajuan baik, istansi terkait maupun pemkab. Walaupun, kita semua logistik diperlukan sudah siap,”terangnya.

Lebih jauh, Abang Maiza menyebutkan bahwa dalam kewenangan mengelar OP disetiap daerah menjadi tanggung jawab, pemkab maupun istansi terkait. Dan pihaknya, hanya bersifat membackup kebutuhan logistik. “Kalau memang ada OP. Kita begitu ada permintaan, baik dari OPD maupun Kecamatan. Maka pihaknya siap untuk melaksanakan. Sebab jelang natal dan tahun baru, pihaknya sudah menyiapkan stok beras sebanyak 1000 Ton.

“Kita ini menunggu permintaan, kalau ada pengajuan untuk pelaksanaan OP maka kita akan turun. Namun kalau tidak ada, ya kita tidak melaksanaan. Sepertinya halnya di Kota Lubuklinggau, yang saat ini sudah melakukan OP di setiap kelurahannya,”bebernya.

Dengan adanya ketersedian beras yang mencapai 1000 ton tersebut sambung ia, maka masyarakat tidak perlu khawatir ataupun resah. Sebab biasanya di setiap tahunnya,  Bulog srlalu menerima kiriman stok beras dari pemerintah pusat.

“Kalau pelaksanaan OP ini biasanya selain menipis atau langka kebutuhan pokok dipasaran, kemudian harga mulai merangkak naik, dan masyarakat tidak mampu membelinya di pasarab. Maka biasanya baru pemerintah daerah mengajujan pelaksanaan OP,” tandasnya.

Selain beras masih kata dia, pihaknya juga menyiapkan daging beku sebanyak 3 Ton, dan bahan kebutuhan lainnya. Sehingga dipastikan, untuk tiga wilayah hingga awal 2019 mendatang masih aman, dan siap didistribusikan ketika ada permintaan.

“Selain itu, untuk beras cadangan pemerintah (BCP) masing-masing Kabupaten/Kota memiliki persedian sebanyak 100 Ton. Untuk di Mura sendiri masih ada stoknya, dan baru keluar kurang lebih 300 sampai 400 Kg. Hanya saja untuk BCP ini diperuntukan bagi korban bencana alam,”katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, adapun kebutuhan sembako yang disiapkan dalam pelaksanaan OP tersebut, yakni diantaranya beras, gula, minyak dan kebutuhan lainnya. Sedangkan untuk harga dipastikan dibawah harga kebutuhan dipasaran.

Sebenarnya harga itu sudah ditentukan oleh pemerintah, namun yang jelas dibawah harga dipasaran saat itu. Seperti halnya beras biasanta dengan harga Rp 8.800 perkilonya, minyak dan gula dengan harga Rp10 ribu perkilonya. Sedangkan untuk lokasi yang jauh biasanya akan keniakan sedikit pada harga terasebut,”tukasnya.(do)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.