Sumsel Dorong Peningkatan Kapasitas Ekonomi Berbasis Wisata dan Religi

0 36

Palembang, Pena Sumatera – Selain menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, Bank Indonesia juga mengambil peran dalam mendorong kapasitas ekonomi, bersinergi dengan pemerintah daerah. Di Sumatera Selatan, Bank Indonesia senantiasa menaruh perhatian yang besar untuk mengembangkan pariwisata, termasuk yang berbasis religi. Sebagai wujud nyata pengembangan kapasitas ekonomi berbasis wisata dan religi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan antara lain memberikan bantuan renovasi sarana dan prasarana Wisata Bayt Al-Quran Al-Akbar dan bantuan pengembangan ekonomi pesantren kepada Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kabupaten Ogan Ilir, dan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, Kabupaten Banyuasin. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody budi Waluyo, di Wisata Bayt Al-quran Al-Akbar pada Jumat, 10 Juni 2022.

Renovasi Wisata Bayt Al-Quran Al-Akbar diharapkan dapat mendorong ekonomi di Palembang dari sektor Pariwisata. Bayt Al-Quran Al-Akbar memiliki segudang potensi wisata religi untuk digaungkan karena memiliki keunikan yang tinggi. Wisata Bayt Al-Quran Al-Akbar memiliki jajaran seni pahatan Al-Quran berukuran besar yang tidak dimiliki oleh provinsi lain seharusnya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan dan terus dikembangkan untuk menarik wisatawan domestik maupun internasional.

Sementara dukungan kepada pondok pesantren dilakukan untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan. Bank Indonesia senantiasa mendukung kemandirian pondok pesantren yang pada akhirnya dapat menjadi penggerak ekonomi di masyarakat sekitar.

Pengukuhan Himpunan Bisnis Ekonomi Pesantren (Hebitren) Sumatera Selatan

Pada kegiatan yang sama, dilaksanakan juga pelantikan Pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) wilayah Sumatera Selatan. Hebitren sendiri merupakan wujud sinergi antarponpes untuk membangun ekosistem bisnis pesantren. Hebitren menjadi program strategis Bank Indonesia dalam pembangunan ekonomi dan keuangan syariah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody budi Waluyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran program sosial dilakukan secara sistematis dan terencana melalui berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat dan kepedulian sosial untuk mendorong terwujudnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Selanjutnya, dukungan kepada pesantren serta kelembagaan Hebitren, diharapkan dapat terus mendorong ekonomi pesantren dengan model bisnis, permodalan, dan akses pasar yang lebih baik sehingga ekonomi pesantren bisa lebih berdaulat, mandiri, dan berdaya saing. Hebitren harus mampu memainkan perannya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dengan pelaksanaan berbagai unit usaha produktif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Hebitren Nasional, KH. Moh. Hasib Wahab Chasbullah, menyampaikan bahwa inisiasi pembentukan Hebitren terjadi saat momentum sarasehan 110 Pondok Pesantren terpilih pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-6 di Jakarta, November 2019 lalu. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren, terdapat tiga fungsi pesantren yakni fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, keberadaan hebitren diharapkan dapat membantu pesantren dalam menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat, dengan mendorong akselerasi penguatan ekonomi pesantren.

Sementara itu, Izzah Zen Syukri, Ketua Hebitren Sumatera Selatan menyampaikan bahwa sebagai program kerjanya, hebitren akan terlebih dahulu melakukan pemetaan potensi bisnis di pesantren di wilayah Sumatera Selatan. Selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas bekerja sama dengan instansi terkait. Sebagai contoh di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah yang dibinanya, melalui kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan saat ini telah menjalankan usaha budidaya hidroponik dan produksi makanan beku.

Renovasi Sarana Prasarana Pura Agung Sriwijaya

Sebagai bentuk kepedulian sosial di bidang keagamaan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga telah memberikan bantuan renovasi sarana prasarana Pura Agung Sriwijaya kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sumatera Selatan. Pelaksanaan penyerahan bantuan dilaksanakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody budi Waluyo, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja, pada Sabtu, 11 Juni 2022 bertempat di Pura Agung Sriwijaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Hindu Kanwil Kemenag Sumatera Selatan, Wayan Sumitra, dan Ketua PHDI Provinsi Sumatera Selatan, IGB Surya Negara.

Ketua PHDI Provinsi Sumatera Selatan, IGB Surya Negara, dalam sambutannya menyampaikan  apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia atas bantuan yang diberikan. Beliau mengharapkan agar ke depan kerja sama dan koordinasi antarlembaga ini dapat terus berjalan dengan baik. Pura Agung Sriwijaya merupakan salah satu pura terbesar di wilayah Indonesia bagian barat, yang tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu dari Sumatera Selatan, namun juga dari berbagai wilayah lainnya seperti dari Lampung. Pura Agung Sriwiijaya juga memiliki potensi sebagai wisata religi di Kota Palembang, yang selama ini sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa program sosial yang dilakukan Bank Indonesia dibagi ke dalam tiga besaran pokok yang seluruhnya dilaksanakan berdasarkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan kemanfaatan yaitu program/kegiatan peningkatan kapasitas ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemahaman publik serta Kepedulian sosial. Beliau berharap semoga dukungan yang diberikan Bank Indonesia dalam mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi syariah di Sumatera Selatan dapat dimanfaatkan dengan baik, bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan semangat Dedikasi Untuk Negeri, Bank Indonesia akan senantiasa hadir di setiap makna Indonesia, serta memberikan pengabdian terbaik guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. (fie)

Baca Juga
Penasumatera