Terbakarnya Al-Quran dan Buku-Buku Agama di Dalam Musholah, Ini Penyebabnya ?

0 833

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id – Polres Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Minggu (2/9) pukul 14.00 Wib mengelar Press Release, peristiwa dugaan terbakarnya Al-Quran di dalam Mushola Al Iklas Dusun III Desa Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya, pada Kamis (30/08) lalu.

“Kegiatan Press Release ini di pimpin langsung Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S. IK dan di dampingi oleh Kasat Reskrim AKP. Jufri, S. IK,  Kasat Sabhara Iptu Bagio serta Kasubag Bin Ops Iptu Haryanto”.

Dalam kesempatan ini Kasat menyimpulkan, awalnya saat saksi Zena (12) membuka pintu Mushola, melihat ada kepulan asap dari dalam Mushola, setelah didekati ternyata yang terbakar adalah Al-Quran dan buku-buku Agama yang terletak di atas rak kayu, kemudian Zena melaporkan kejadian tersebut kepada Alia (50) dan Saripin (60) oleh kedua saksi langsung berusaha memadamkan api dan membersihkan sisa Al-Quran yang terbakar tersebut dan memindahkan ke luar Mushola.

Barang-barang yang terbakar didalam Mushollah tersebut meliputi,

  • Al quran 5 buah
  • Buku yasin 10 buah
  • Buku iqra 1 buah
  • Buku jus amma 12 buah

Selanjutnya, Alia dan Saripin memberitahukan kejadian tersebut kepada Abdurrahman (36) (guru ngaji-red) dan juga melaporkan kejadian tersebut kepada Alfiansyah Kepala Desa (Kades) Pagar Banyu saat sisa Al-Quran yang terbakar sudah dipindahkan  keluar Mushola. Mendapat ada kejadian terbakarnya Al-Quran, pukul 16.10 Wib  Bhabinkamtibmas dan anggota dari Polsek Kecamatan Air Besi bergerak mendatangi Mushola Al Iklas Desa Pagar Banyu bersama Kades dan langsung mengamankan Barang Bukti (BB) berupa Al-Quran yang hangus terbakar ke Polsek Air Besi.

Sementara berdasarkan hasil koordinasi dan pengamatan di Mushola Al Iklas, bahwa kemungkinan terbakarnya Al-Quran tersebut diduga akibat dari puntung rokok yang lupa di matikan oleh Jamaah. Untuk kondisi tempat terbakarnya Al-Quran dan buku agama tersebut berada di tempat Imam dan berada di atas rak kayu, dimana rak kayu tersebut tidak terbakar habis.

“Seperti terbakar secara tidak sengaja, apabila Al-Quran tersebut  dibakar maka kemungkinan rak serta karpet akan terbakar seluruhnya. Karena Mushola berada di ujung Desa dan berdekatan dengan rumah warga sehingga diketahui siapa saja yang masuk ke Mushola tersebut,” tutur Kasat.

Hal yang sama juga disampaikan Kades dan guru ngaji, bahwa memang benar terbakarnya Al-Quraan dan buku-buku lainnya murni berasal dari puntung Rokok.

“Kebiasaan dari para jamaah apabila setelah selesai ibadah, mereka bersama-sama merokok, dan terbukti di sekitaran Tkp banyak sisa-sisa puntung Rokok yang bertebaran,” Tutup Kasat. (yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.