Terus Dicuri, Miliaran Rupiah Hasil Laut Bengkulu Melayang

0 66

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu  tak akan segan-segan menangkap dan mempidanakan oknum penangkap Benih Lobster (BL) di Laut Bengkulu.

“Walaupun oknum itu seorang nelayan, warga ataupun pengusaha. Bila perlu kita telusuri kemana mereka menjual hasil tangkapnya, jadi jangan macam-macam sama saya, karena menangkap BL itu memang dilarang. Yang jelas sesuai dengan Peraturan Mentrian KP nomor 16 tahun 2015, untuk BL dibawah 15 cm itu tidak boleh diambil”. Tegas Ivan Syamsurizal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Provinsi Bengkulu kepada media ini, Senin (06/08)

Ia mengatakan, sebelumnya dari informasi yang kita peroleh dan hasil yang kita telusuri dilapangan dan catat, dirinya membenarkan adanya laporan penagkapan BL ukuran kecil di wilayah Kabupaten Provinsi Bengkulu dan termasuk Kota Bengkulu, mereka ini menangkap BL dengan menggunakan alat tangkap sejenis jaring (pocongan) serta menyelam menggunakan tembak.

“Apalagi yang sekarang ada beberapa nelayan yang terlalu berani mengambil benur-benur atau Benih Lobster yang ukuran 1 sampai 2 cm, jelas hal semacam itu adalah pelanggaran dan ada pidananya, nanti kalau ketangkap tangan akan di proses secara hukum. Seperti contoh, untuk penangkapan Benih Lobster (BL) di daerah Jawa sudah ada beberapa nelayan yang di proses secara hukum.” Tambahnya.

Lanjutnya, untuk menangkap pencuri tersebut tidaklah mudah, Ivan mengatakan pada bulan Juli tepatnya dua Minggu lalu, kami Dinas Kelautan Provinsi selaku penguasa wilayah mendampingi Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) beserta PSDKP menggelar oprasi di wilayah Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Sayangnya saat oprasi yang kita gelar pada malam hari sekira pukul 01.00 Wib tidak membuahkan hasil karena bocor.

“Kami sebenarnya sudah lama mengetahui aktivitas tersebut, tentunya berdasarkan laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kaur, bahwa di daerah tersebut banyak nelayan yang alih profesi menjadi penangkap Benih Lobster. Saya katakan kenapa banyak, karena aktivitas para nelayan di daerah tersebut hampir mati mereka lebih memilih BL dan pada akhirnya mereka tak mau menagkap ikan,” jelas Ivan.

Disampaikan Ivan, dengan menagkap BL itu lumayan menguntungkan, karena dengan semalam mereka bisa mendapat 1 juta. Nah kalau menagkap ikan kan belum tentu satu malam bisa mendapatkan penghasilan sebanyak itu. Akhirnya setelah tergiur dengan penghasilan sebesar itu mereka jadi malas menangkap ikan, mungkin lebih gampang menagkap Benih Lobster dari pada menagkap ikan, kalau terus menerus dibiarkan Benih Lobster (BL) di Laut kita bisa-bisa habis.

Masih dijelaskan Ivan, hal-hal semacam itu jelas melanggar aturan. Kalau Lobster-Lobster itu diambil dengan ukuran kecil, akhirnya dijual keluar Bengkulu vile edit (nilai tambah) dari BL yang seharusnya milik Bengkulu jadi milik orang lain, “misal milik Lampung apa lagi milik Singapore”. Karena harga satu Benih Lobster per ukuran 1 atau 2 cm disini dijual 7 ribu per ekor, dijual ke Lampung jadi 200 ribu begitu dibesarkan oleh mereka dan dikirim ke Singapore dengan ukuran yang telah dibesarkan oleh mereka menjadi 15 cm, itu harganya menjadi 500 ribu.

Kemana itu duit kita. Berang Ivan Syamsurizal, kalau sejuta ekor Lobster saja sudah berapa Miliar. Makanya, kalau itu (Benih Lobster-red) didiamkan sampai besar dan selajutnnya kita jual jelas Bengkulu yang punya duitnya. Padahal Lobster yang ada di Laut Bengkulu khususnya di Kaur ini jenis Mutiara, Lobster nomor satu di Indonesia bahkan katanya di dunia.

“Coba kita bayangkan dengan uang 7 ribu dapat apa. Padahal kalau kita menunggu sampai 2 bulan itu harganya melambung tinggi menjadi 500 ribu. Selain itu, dengan Lobster ukuran 15 cm kita Bengkulu bisa bikin restoran Lobster dan kita juga bisa Ekspor, makanya saya yang dipercayakan memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, selaku Pelaksana Tugas (Plt) saya sedang mengusahakan hal itu untuk melakukan gebrakan, agar hasil Ekspor kita bisa langsung dikirimke Singapore jangan kita kirim lewat penyelundup,”Tutupnya. (yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.