Tidak Koperatif Diatas Tanah Bengkulu, PAD PT. Pelindo II Hanya 138 Juta Pertahun

0 63

BENGKULU, Penasumatera.co.id – PT. Pelindo II Cabang Bengkulu selama ini menjadi sorotan unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kota Bengkulu, dimana selama bertahun-tahun, PT. Pelindo II tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Disampaikan Marliadi Donga Mark Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kota Bengkulu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi bersama PT. Pelindo II dan LANAL Bengkulu, menuturkan PT. Pelindo II Bengkulu tidak mengikuti aturan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Akibatnya terjadi potential loss dari sektor pajak parkir, PBB serta retribusi bongkar muat dari PT. Pelindo II Bengkulu, begitu disampaikannya, Selasa (30/03/2021).

“Sekarang kita minta kontribusi Pelindo bagi PAD Kota Bengkulu. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, Pelindo berada di atas tanah Kota Bengkulu. Pelindo harus punya tanggung jawab sosial bagi masyarakat Kota Bengkulu,” Tegas Waka I.

Ditempat terpisah juga, Kusmito Gunawan anggota Komisi I DPRD Kota, dalam RDP bersama lebih menyoroti dana CSR PT. Pelindo yang tidak pernah dikucurkan bagi warga Kota Bengkulu, penting untuk diketahui, apakah Pelindo ini pernah mengeluarkan CSR nya, karena walaupun Pelindo berorientasi bisnis, jangan lupakan bahwa setiap perusahaan punya tanggung jawab sosial terhadap masyarakat

Menanggapi permintaan ini, DGM HPI Pelindo Oka Suharsono mengatakan pada dasarnya PT. Pelindo II bersedia memberikan kontribusi yang lebih lagi bagi PAD Kota Bengkulu, dengan catatan selama ada regulasi yang jelas sebagai payung hukumnya. Oka juga membuka ruang bagi Pemerintah Daerah untuk menghitung ulang NJOP PBB serta pajak parkir, berapapun NJOP-nya kami siap.

Intinya apapun itu, selama ada regulasi serta kepastian hukumnya, kami bersedia ikut aturan main di Kota Bengkulu, kami janji akan memberikan kontribusi lebih bagi PAD Kota Bengkulu, ujar Oka Suharsono.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Hadianto menyambut baik janji PT. Pelindo II Bengkulu ini, ya selama ini PAD dari sektor PBB PT. Pelindo II Bengkulu hanya sebesar Rp 138 juta pertahun. Angka itu lanjut Hadianto tidak wajar karena banyak potensi pendapatan yang tidak mau diserahkan oleh PT. Pelindo II cabang Bengkulu.

Lanjut tegasnya, PT. Pelindo II tidak koperatif saat kami berencana menghitung ulang PBB pada tahun 2019 lalu, kalau memang saat ini Pelindo membuka ruang bagi kami tentu kami sangat mengapresiasinya. Diakhir RDP, Marliadi Waka I meminta Bapenda segera melakukan penghitungan ulang PBB PT. Pelindo, selain itu dirinya juga meminta segera dilakukan upaya penerimaan PAD dari pajak parkir dan retribusi bongkar muat, tutupnya.(**)

Baca Juga
Penasumatera