Tingkatkan Pengetahuan Sejarah Sriwijaya Lewat Karya Ilmiah

Sosialisasi Hasil Penelitian Sriwijaya Balai Arkeologi Sumsel

0 16

PALEMBANG,Penasumatera.co.id – Memanfaatkan situs peninggalan sejarah sebagai sumber belajar adalah perkara penting, sebab situs sejarah sendiri merupakan salah satu sumber sejarah yang dapat memberikan gambaran yang lebih konkret terhadap siswa pada pembelajaran sejarah. Guna meningkatkan pengetahuan sejarah kepada para pelajar SMA, Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan Sosialisasi Hasil Penelitian Sriwijaya, di hotel Amaris, Kamis (09/08). Kegiatan ini diikuti sebanyak 60 orang yang terdiri dari 40 pelajar SMA se-kota Palembang dan 20 guru sejarah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. Widodo, M.Pd mengatakan, pihaknya meminta satu slot untuk pelajar menjadi pemateri dalam kegiatan karya tulis ilmiah tingkat nasional. Hal ini dikarenakan guna meningkatkan pengetahuan sejerah Sriwijaya bagi para pelajar. “Harus disiapkan fortopolio bagi siswa untuk menulis karya ilmiah dan menjadi pemateri di level nasional. Sehingga mereka tahu akan sejarah Sriwijaya,” kata Widodo usai membuka kegiatan Sosialisasi Hasil Penelitian Sriwijaya.

Senada dengan hal itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah provinsi Sumsel, Merry Hamraeny menuturkan, selama ini belajar sejarah memang kurang menarik bagi para pelajar, maka dari itu pihaknya mengajak para pelajar dalam kegiatan sosialisasi ini, agar rasa ingin tahu tentang sejarah lebih luas lagi. Mulai saat ini, lanjutnya, siswa harus belajar membuat karya tulis ilmiah yang bisa diseminarkan dan mereka sendiri yang menjadi narasumbernya. “Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan nanti para pelajar akan bisa membuat karya tulis ilmiah ke tingkat nasional mengenai sejarah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Budi Wiyana mengtakan, silakan para pelajar datang ke balai untuk belajar lebih dalam tentang sejarah. Dikatakannya juga belajar sejarah tidak hanya monoton yang bikin siswa cepat bosan. “Kita menanamkan rasa yang fun dan praktek secara langsung daripada belajar di kelas yang cepat bikin bosen,” jelasnya.

Sedangkan untuk siswa SD dan SMP agar lebih paham sejarah, pihaknya sering mengadakan game dan pameran agar lebih fun. “Harapakan kedepan generasi mudah Sumsel tertarik untuk meneliti sejarah khususnya sejarah Sriwijaya yang pusatnya di Palembang ini khususnya Sumatera Selatan,” tutupnya (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.