TJSLP di Bengkulu Utara Sangat Rendah, KPL di 2020 Hanya Berkisar 4,92 %

0 23

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, menggelar rapat Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau yang lebih populer disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2020, dilantai II ruang rapat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (12/10).

Hadir dalam rapat Forum Asisten I Setda Bengkulu Utara (BU) Dullah mewakili Pjs Bupati BU Iskandar ZO, Suharto Handayani Kepala Bappeda BU, Feri Erwansyah Kepala Bidang Energi dan Ketenaga Listrikan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Provinsi Bengkulu, Perwakilan dari Perusahaan dan Perwakilan OPD di BU.

Kepala Bappenda BU, dikesempatan ini menyampaikan bahwa TJSLP tertuang dalam regulasi Perda No. 6 tahun 2017 tentang pelaksanaan TJSLP, ini tahun ketiga. Menggingat perusahaan-perusahaan masih minim kesadaran untuk melaksanakan TJSLP, maka dilaksanakan rapat ini dan kita harapkan kepada perusahaan untuk melaksanakan komitmen yang telah disepakati untuk menunjang kesejahteraan masyarakat

Terpisah Pjs Bupati melalui Dullah Asisten I Setdakab BU, dalam rapat mengatakan kepada perusahaan yang telah memenuhi TJSLP dirinya menyampaikan terimakasih, namun sebaliknya, kepada perusahaan yang belum dirinya berharap untuk segera melaksanakan. Terkait TJSLP dengan pembangunan BU, pembangunan yang baik dan berhasil harus disokong 3 komponen penting yaitu pemerintah, pelaku usaha,
dan masyarakat.

Lanjutnya, peran serta seluruh kepentingan menjadi suatu keharusan, jika pembangunan di Kabupaten BU, hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata maka akan kurang optimal, hal ini disebabkan oleh terbatasnya sumber daya dimiliki, salah satu contohnya adalah perkembangan APBD yang kenaikannya tidak cukup signifikan dari tahun-ketahun.

Dengan kegiatan TJLSP ini harapnya dapat memberikan kontribusi positif dan signifikan dalam pembangunan. Kemudian juga berdasarkan laporan kepala Bappeda BU selaku Sekretaris Forum, TJLSP masih cukup memprihatinkan mengingat 2020. “Tahun ketiga diterapkan Perda tersebut juga tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan (KPL), di 2020 sampai saat ini berkisar 4,92%, jadi pelaksanaan TJSLP masih sangat rendah,” tutup Dullah. (yap/ril)

Baca Juga
Penasumatera