Tuntutan Belum Penuhi, Ratusan Warga dari 3 Desa Bermalam di Lokasi Tambang PT. BAU

0 62

LAHAT, penasumatera.co.id – Buntut dari belum ada titik temu sengketa lahan antara pihak PT. Bara Alam Utama (BAU) dengan warga Desa Ulak Pandan, Desa Negeri Agung, Desa Lebak Budi membuat warga 3 desa berinisiatif melakukan aksi dengan bermalam di lokasi penambangan.

Terpantau dilapangan, terlihat ratusan warga bermalam karena tuntutan atas lahan Ghimbe Kemulau belum ada kompensasi, membuat warga bermalam di lokasi tambang dengan mendirikan camp. Salah satunya adalah Ketua Forum 3 Desa Wansyah, Selasa (24/9/2019)

“Kami sudah Tiga malam bermalam untuk menjaga hutan ramuan milik 3 Desa yang telah di garap oleh PT. BAU karena masalah ini belum juga tuntas, tuntutan kami sesuai pertemuan di Offroom belum didengarkan oleh PT. BAU,” terangnya Wansyah.

Lebih lanjut Wasyah menjelaskan, bahwa yang sudah mendapatkan kompensasi dari pihak perusahaan PT.BAU adalah Desa Negeri Agung senilai 1,3 Milyar sedangkan Desa Lebak Budi berupa Cek Tapi belum dicairkan untuk dibagikan ke warganya.

“Untuk Desa Ulak Landang belum sama sekali ada ganti rugi, sedangkan pihak PT.BAU telah melakukan eksplorasi batu bara yang di tambang dari bulan Januari tahun 2018 yang lalu seluas 120 hektar,” Katanya.

Sementara itu, Camat Merapi Barat Eti Listiani dihubungi via ponselnya menjelaskan bahwa, pemortalan ini telah dilakukan warga pada malam Minggu terkait masalah sengketa Hutan Ramuan Himbe Kemelau. Padahal menurut Eti, permasalahan dalam penyelesaian.

“Saya sudah sampaikan kepada warga harap bersabar, masalah ini sedang dalam penyelesaian dengan pihak perusahaan PT.BAU,” ujar Etik

Ditempat terpisah, pihak PT. BAU melalui Humas Sarifudin Icap, belum dapat memberikan keterangan terkait warga yang melakukan aksi dengan bermalam di lokasi tambang. (D0d)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera