Uang Pedagang Sembako Karang Suci Lenyap Dicuri Wanita Bunting

0 46

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id – Masyarakat dan para pedagang dalam Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, akhir-akhir ini mulai khwatir dan resah dengan kejadian terulang seperti tindak pidana Hipnotis serta aksi pencurian dengan modus menyamar menjadi
seorang pembeli.

Perlu diketahui menurut catatan,  kejadian Hipnotis dan pencurian dengan modus ini diketahui sudah memakan sebanyak 5 korban diantaranya. pada Februari 2019, Pedagang beras, warga Desa Karang Suci Kota Arga Makmur, kerugian 20 juta, korban pencurian dilapor ke Polres, Juni 2019, Anak Plt Kepala Dinas Perkebunan Arga Makmur Bengkulu Utara, kerugian 8 gram gelang, cincin 8 gram, uang 500 ribu, beserta surat-surat. Kemudian  pada Juli 2019, Pensiunan, warga Desa Karang Suci Kota Arga Makmur, kerugian sekitar 4 juta,  Serta Juli 2019, Pekerja Swasta, warga Taba Tembilang Kota Arga Makmur, kerugian sekira 1,7 juta yang juga diduga korban Hipnotis.

Kali ini kejadian yang hampir sama menimpa Yati (35) warga Desa Karang Suci Kota Arga Makmur Bengkulu Utara, pada Selasa (03/09)
sekira pukul 08.10 Wib uang setoran hasil penjualan sembako miliknya lebih kurang Rp 10 juta rupiah hilang dicuri.

Sebelum kejadian, Yati yang kesehariannya sebagai penjual sembako berbagai varian, tepat di depan masjid Taqwa Pasar Purwodadi, ketika dirinya menjajakan dagangan di kedai (warung) kebetulan pada saat itu sepi, dari arah jalan atau rumah makan Citra Selero ia didatangi oleh
seorang wanita menggenakan hijab, sambil mebawa anak kecil.

Katanya, saya masih ingat betul wajah pelaku menggenakan baju lengan panjang dan hijab itu, waktu kejadian sempat bertatapan muka dan tersenyum. Untuk ciri-ciri fisik kulitnya putih bersih, kondisinya dalam keadaan bunting (hamil) dan kemudian tinggi sekitar 155, karna pada saat bertemu lebih tinggi saya dari si pelaku. Ujarnya dicerca media ini.

Saat itu, lanjutnya, pelaku ke kita sempat tanya barang (bermacam sembako) orangnya sopan dan pelaku lanjut berbelanja memang cukup banyak dan saat itu sedikit kerepotan melayani, secara tiba-tiba pada saat itu pelaku ingin kemotor namun sempat saya katakan kenapa tidak dihitung dulu, alasannya nantilah kan belanjaan ini banyak kalau begitu anaknya ditinggal saja kan repot bawanya, tapi dibalasnya anak saya sering nangis jika ditingal.

Saya yang tak menampik kecurigaan dan menunggu, setelah 7 menit kemudian sontak saya terkejut karna tas yang saya simpan dibawah  kolong meja dicari tidak ada (hilang), dan pelaku yang sempat saya susul sudah hilang jejak, lalu saya menjerit meminta pertolongan dan sempat ada Satpol PP datang, kemudian lanjut saya melaporkan kejadian yang menimpa saya ke Polres Bengkulu Utara.

“Dari pihak kepolisian akan diselidiki, tentu harapan saya kepada pihak kepolisian dapat menangkap pelaku yang tentu saat ini bisa dikatakan sudah meresahkan pedagang dan masyarakat di Pasar Purwodadi Arga Makmur, agar kejadian yang sama tidak terulang
kembali”. Pintanya.(Yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera