Urutan Ke Delapan, Gubernur Bengkulu Segera Bentuk Satgas PMK

0 36

Bengkulu, Penasumatera.co.id – Kabupaten dan Kota untuk sesegera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal ini disampaikan Rohidin Mersyah Gubernur Bengkulu dalam rapat penanganan dan pengendalian PMK, pada Jum’at (26/8/2022).

“Dalam Rapat Koordinasi, bersama Deputi Rehab Rekon BNPB dan Tim Satgas PMK Kab/Kota se-Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu berharap betul secepatnya Satgas di Kabupaten/Kota itu dibentuk dan difungsikan dan juga ditentukan pejabat otoritas veterinarnya”.

Masih disampaikan Gubernur, lalu ketika tim itu terbentuk, pejabat veterinarnya minta dana on call masing-masing karena sudah dibolehkan, ada aturannya supaya tim ini bisa bergerak. Untuk saat ini hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko yang telah membentuk Satgas PMK, ujarnya.

Mengutip apa yang disampaikan Jarwansyah Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, bahwa Provinsi Bengkulu menempati urutan ke 8, Provinsi dengan kasus PMK aktif yakni 3.078 kasus. Sedangkan kasus tertinggi berada di Provinsi Jawa Timur dengan 73.534 kasus.

Kasus kita masih cukup tinggi, cuma ini data terakhir, kalau kasus baru hampir tidak ada, maksudnya jangan sampai kasus yang sekarang masih ada dalam kondisi ternak sakit menularkan ke ternak yang sehat, pinta Gubernur Rohidin.

Gubernur Bengkulu meminta agar vaksin PMK dapat segera didistribusikan ke 9 Kabupaten dan 1 Kota sesaat setelah vaksin tersebut tiba, agar tidak terjadi penumpukan vaksin dan dapat segera digunakan. Kemudian hasil evaluasi terakhir data vaksin itu baru 50 persen yang terealisasi, vaksin kita tersedia, tetapi dibutuhkan tenaga dan operasional di lapangan, tutup Gubernur. (Yap/rls)

Baca Juga
Penasumatera