Ustadz Oksa Ajak Siswa SMPN 29 Palembang Tangkal Pergaulan Bebas

0 45

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Pergaulan bebas dalam islam tentunya adalah hal yang dilarang. Hal ini karena memiliki dampak yang sangat besar terhadap diri dan suatu masyarakat. Tentu saja Allah tidak akan melarang sesuatu yang tidak memiliki dampak terhadap manusia. Apalagi jika dampak tersebut buruk atau menyesatkan, tentu sudah pasti diharamkan dan sangat dilarang. Bahkan melakukannya berarti keji karena sudah diberi akal namun tidak digunakan untuk memahaminya. Hal tersebut diungkapkan oleh Ustadz Oksa putra yuda,  saat memberikan tausiah kepada ratusan siswa SMPN 29 Palembang pada kegiatan pesantren kilat, Selasa (21/5/2019)

Menurut Oksa, Moralitas bisa rusak dari adanya pergaulan bebas. Aturan-aturan kebenaran universal dan islam tetapkan tidak akan dilakukan oleh orang-orang yang bergaul secara bebas. Pergaulan bebas akan mengedepankan kepada hawa nafsu dan kesenangan pribadi. Minum minuman khamr, membuak aurat, tanpa ada batasan lawan jenis tentu akan membuat moral masyarakat menjadi rusak tidak terkendali. “Untuk itu, kerusakan moral bisa juga bermula dari pergaulan bebas tanpa batas,”ujarnya,

Dia mengatakan, dari pergaulan bebas juga bisa berpotensi muncul hilangnya fitrah manusia. Hal ini bisa kita lihat di zaman sekarang bahwa potensi LGBT atau homoseksual dan berbagai kelainan manusia lainnya muncul akibat salah dari pergaulan dan mengenal fitrah manusia. Pergaulan bebas yang tidak mengenal batas tersebut akan membuat manusia menjadi hilang kendali dan tidak dilingkupi oleh nilai-nilai islam yang membawa pada fitrah.

Melalui tausiahnya juga, Oksa mengajak para pelajar sekolah ini untuk menghindari pergaulan bebas dengan cara yang paling baik yakni menutup aurat. Setiap manusia, baik laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban untuk menutupi aurat dan dilarang untuk memperlihatkannya kepada orang lain selain dari yang muhrim. Bahkan terhadap muhrim pun ada batasan yang juga harus dijaga, mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang bisa mengundang kesalahan dan khilaf. “Untuk itu, menghindari pergaulan bebas maka mulai lah dari menjaga aurat kita masing-masing,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 29 Palembang Mardiana mengatakan, Kegiatan pesantren kilat ini sudah terprogram setiap tahunnya, baik program sekolah maupun program OSIS. Saat ini kegiatan pesantren kilat ini memasuki minggu kedua dan akan berakhir pada tanggal 24 Mei  mendatang pada pelaksanaan Khatam Al Qur’an.

“Selama libur siswa-siswi ini dibagi tiga sesi setiap sesi atau setiap kelas kelas 7.1 setelah pulang sekolah anak-anak diwajibkan untuk ikut khatam Al Qur’an,berhubung kelas 9 sudah selesai melaksanakan Ujian Nasional jadi mereka tidak aktif lagi, maka pada kegiatan ini pihak sekolah melibatkan siswa kelas 7 dan 8 saja,”terangnya.

Dia menyebutkan, untuk kegiatan pesantren ini untuk materi yang diberikan pihak sekolah bukan hanya melibatkan guru tetapi juga melibatkan dari luar, “Kita ada kerjasama dengan pondok pesantren Siti Khodijah, kita kerjasama dengan mereka yang memang ilmu agamanya sudah mapan untuk mengisi kegiatan pesantren ini,”ujarnya.

Saat disinggung masalah Nuzul Qur’an Mardiana mengatakan, pihak sekolah akan mengadakannya pada tanggal 24 Mei nanti, mengingat sekolah ini dekat dengan kegiatan pelaksanaan Nuzul Qur’an yang bakal di gelar Dinas Pendidikan Kota Palembang pada hari Kamis, 29 Mei  2019 di Masjid Aqobah, maka seluruh siswa SMP negeri 29 akan dilibatkan pada kegiatan tersebut,”pungkasnya.(HSB)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera