Widodo : Mapel PKn Harus Dipraktikkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Rapat koordinasi lomba Parade Cinta Tanah Air

0 36

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Dalam upaya untuk pembentukan karakter kepada generasi muda terutama kepada pelajar yang ada di Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel), Widodo memberi pesan kepada seluruh kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK untuk mengaitkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan praktik kehidupan sehari-hari. Hal ini dikatakan Widodo usai membuka rapat koordinasi lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tahun 2018 kepada kepala SMA/SMK negeri dan swasta se Sumsel, di Aula Handayani Disdik Sumsel, Selasa (15/05/2018).

“Selama ini dalam pelajaran PKN siswa hanya diberi kontektual saja, maka dari itu saya memberi pesan kepada mereka (kepala sekolah, red) pelajaran PKN harus dikaitkan dengan praktik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa guru PKN tugasnya adalah memberikan pandangan bahwa hidup bernegara dan menjaga kemajemukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jangan pernah punya pikiran hidup berkelompoknya sendiri.

Widodo mencontohkan, pada kasus bom bunuh diri di Surabaya, kenapa bisa seperti ini.?, karena mereka hidup hanya pada kelompoknya saja, toleransi penting tapi tidak pada kelompok lain. “Kita harus menjaga NKRI dan juga bagaimana peduli sama lingkungan pada sitiasui yang ada. Hidup itu harus inklusif, harus terbuka, tidak merasa hidup dikelompoknya saja tapi juga pada kelompok lain tanpa harus mengusik agama, suku, dan ras,” tegas Widodo.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kolonel Inf Jefri Buang mengatakan, agenda seperti ini sudah dijalani dalam beberapa tahun lalu. Dengan tema sesuai trend Topic yang sekarang marak beredar, tentu ini akan dikaitkan dengan pemahaman dari generasi muda. “Kita tahu, situasi radikalisme, terorisme, lalu bahaya media sosial dan bahaya narkoba. Sudah banyak beredar di kalangan pelajar maupun mahasiswa.

Dengan agenda lomba ini, kita mau anak-anak ini memberikan contoh kepada teman maupun masyarakat di sekitarnya bahwa paham negatif seperti itu jangan diikuti,” katanya Jefri diwaktu dan tempat yang sama.

Selain itu, agenda seperti ini bisa mempererat antar bangsa. Sekarang masyarakat sudah banyak mendengar bahwa remaja sudah banyak memasuki dunia haram tersebut, makanya kita akan memberikan sebuah pengarahan kalau narkoba itu bahaya bukan ajang coba-coba, melainkan ajang cara memberantasnya. ” kita akan melakukan pembinaan dan memberikan sebuah pembelajaran dalam lomba parade ditingkat Nasional mendatang bagi pelajar yang masuk kategori juara 1 perwakilan baik dari SMA dan SMK di Sumsel, ” pungkasnya (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.