Wiebowo Minta Kasus Pungli dan Arogansi Oknum Polisi Dituntaskan

0 1.252

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Wiebowo, yang beberapa bulan lalu menjadi korban keganasan oknum polantas Palembang minta agar kasusnya diusut tuntas.

Sebelumnya korban sempat menemui Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Gelora Stadion Jakabaring (GSJ) Palembang. “Terima kasih kepada Pak Kapolda Sumsel atas atensinya untuk menindaklanjuti kasus ini,” kata Wiebowo setelah menyampaikan keluhannya.

“Tanggal 16 April 2018 saya sudah melapor ke aduan umum Polresta Palembang, tapi laporan saya tidak ditanggapi dengan baik. Setiap hari saya ditakut-takuti dan disuruh mencabut laporan oleh oknum penyidik di sana,” keluhnya, Minggu (28/8/2018).

Saat ini, lanjut Wiebowo, dirinya masih menunggu proses perkara yang melibatkan beberapa oknum polisi lalu lintas Palembang. “Saya pribadi sudah memaafkan oknum polantas dan penyidik Polresta Palembang. Namun, saya tetap berharap kasus ini sampai ke pengadilan mengingat negara kita adalah negara hukum,” ujarnya. “Dengan diprosesnya kasus ini maka oknum-oknum lain akan berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran kode etik dan hukum.”

Sementara itu, Benni Eduward Hasibuan yang merupakan penggiat anti pungli mengatakan bahwa pungli dapat terjadi karena adanya pemberi suap dan penerima suap. Maka, dirinya mengimbau masyarakat agar tidak memberikan celah bagi anggota kepolisian lalu lintas untuk melakukan pungutan liar atau dikenal dengan sebutan pungli.

“Masyarakat harus mematuhi aturan berlalu lintas, yakni disiplin saat berkendara, taat aturan dan membawa surat menyurat. Jika terjadi pelanggaran, masyarakat wajib memilih tilang dan menolak pungli. Maka dari itu saya sangat menyayangkan apa yang menimpa Wiebowo. Apa yang dilakukan oknum polisi tersebut sangat tidak terpuji dan tidak profesional. Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini agar kepercayaan masyarakat terhadap polisi dapat dipulihkan,” imbuhnya.

Senada dengan Benni, Ketua Umum Gerakan Solidaritas Indonesia Toleran (GESIT) Toni Wu SKom berkata bahwa pihaknya telah mengedukasi masyarakat khususnya supir taksi online untuk menolak pungli. “Karena pungli jelas melanggar hukum dan pelakunya harus diproses, begitu juga dengan oknum polisi yang menganiaya Wiebowo kemarin,” jelasnya.

Sebagai masyarakat di zaman modern, Toni mengatakan melek hukum adalah pintu pengetahuan. “Jangan sampai ada masyarakat yang buta hukum, apalagi polisi yang buta hukum hingga melakukan pungli dan menganiaya masyarakat,” tandasnya. (Bitha Aulia)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.