Wisuda Ke-36, Polsri Terapkan Konsep Semi Drive Thru

0 122

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Di tengah Pandemi Covid-19 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menggelar Wisuda angkatan ke 36 tahun 2020 Secara Semi Drive-Thru, Sabtu (24/10/2020), Polsri menggelar konsep drive thru dengan mengkombinasikan konsep dalam jaringan (daring) dan juga luar jaringan (luring).

Sebanyak 1988 wisudawan/wisudawati dari 23 program studi (prodi), melakukan prosesi pemindahan kuncir, dipimpin langsung Direktur Polsri Dr. Ing. Ahmad Taqwa MT. Wisudawan turun dari kendaraan, mobil atau motor, langsung berjalan menuju kursi direktrunya dan dilakukan pemindahan kuncir. Setelah itu wisudawan menuju mobil atau motor yang ditumpangi lagi. Dan langsung pergi meninggalkan arena tersebut

Direktur Polsri Dr Dipl Ing Ahmad Taqwa MT mengatakan bahwa proses wisuda dengan konsep drive thru merupakan pilihan yang paling cocok saat Pandemi Covid-19.

“Apalagi dengan jumlah wisudawan 2000 an sangat sulit dilakukan, kalau dilakukan pembagian jadwal maka akan menggeser jadwal perkuliahan,” ujar Ahmad Taqwa.

Wisuda Ke-36, Polsri Terapkan Konsep Semi Drive Thru

Ia menambahkan selama ini memang prosesi wisuda digelar secara konvensional. Bahkan sampai 5.000 jumlah wisudawan. Dengan jumlah sebanyak itu Ahmad Taqwa menilai tak ada gedung di Palembang yang bisa menampung dengan konsep social distancing.

Ahmad Taqwa mengakui saat ini persaingan kerja memang sangat sulit ditengah Pandemi Covid-19.

“Tapi setidaknya sebagian sudah terserap untuk dikelas kerjasama PLN, Garuda dan juga PTBA,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polsri Edi Aswam mengatakan bahwa prosesi wisuda rencana akan menerapkan full  drive thru.  Namun, sempat mendapatkan penolakan dari calon wisudawan/wisudawati.

“Makanya kami adakan secara semi drive thru karena calon wisudawan/wisudawati menolak dilakukan full drive thru yang saat pengunciran toga dilakukan di dalam mobil”, Sebut Edi ditemui disela-sela acara.

Dirinya menambahkan, pihaknya selaku panitia mengambil jalan tengah dan sesuai kesepakatan antara rektorat dan calon wisudawan/wati setiap mereka hanya diberikan waktu maksimal 28 detik untuk mengikuti prosesi pemiondahan kuncir. ”Ini dilakukan  guna mencegah penyebaran virus Covid-19″. Tandasnya. (yulie)

Baca Juga
Penasumatera